DEBAT KANDIDAT


Debat Kandidat calon ketua-ketua lembaga OKJP FT-UH akhirnya digelar kemarin siang tanggal 9/Mei/2011,bertempat dipelataran Jurusan Perkapalan yang dihadiri sekitar 50an Anggota OKFT-UH,sejumlah perwakilan Jurusan lainpun datang dalam debat kandidat tersebut.
Debat kandidat yang menampilkan masing-masing tiga calon ketua Dewan Musyawarah Mahasiswa Perkapalan dan tiga calon ketua Umum Himpunan Mahasiswa Perkapalan FT-UH yang kesemuanya berasal dari Angkatan 2008. Pemilihan calon ketua Dewan Musyawarah Mahasiswa Perkapalan Kandidat No.1 Menghadirkan satu-satunya perempuan yang menjadi calon ketua lembaga tinggi di pemilu kali ini Siti Ismini,disusul Arvandy Rodi Massang sebagai kandidat No.2 dan terakhir sebagai kandidat No.3 Hadir Erwiansyah.
Dan pada pemilihan Calon Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Perkapalan menempatkan Ashadi sebagai kandidat No.1,Disusul Muh.Akbar sebagai kandidat No.2,dan terakhir kandidat No.3 Muhammad Randi RJ.
Dalam debat kandidat kemarin yang sempat saya catat,sebuah pertanyaan datang dari mantan Koordinator pengkaderan HMP FT-UH Periode 2010-2011,yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua HmI Komisariat Teknik. ”Bagaimana melihat kondisi kekinian di tubuh OKFT-UH” singkatnya,dan masing masing calon mengungkapkan pandangan dan pendapatnya.
Menurut Siti Ismini,kurangnya partisipasi anggota dari setiap Jurusan ditingkat OKFT-UH menjadi masalah saat ini,dan solusi yang ditawarkan adalah tiap OKJ harus menata dan memperbaiki kondisi internalnya,sehingga dapat mengoptimalkan partisipasi anggota ditingkat OKFT-UH,tidak mau kalah dengan siti ismini,Arvandy pun mengemukakan bahwa kondisi yang dialami OKFT-UH saat ini adalah kurangnya partisipasi anggota yang diakibatkan oleh krisis kader yang dialami Teknik saat ini,sehingga Lembga legislatif dan Yudikatif harus tegas dan sigap dalam menyelesaikan setiap permasalahan-permasalahan anggota OKFT-UH,senada dengan Siti Ismini dan Arvandy,Erwiansyah membenarkan krisis kader karena Anggota OKFT-UH saat ini lebih mementingkan kegiatan-kegiatan OKJ masing-masing ,solusinya lembaga legislatif dan Yudikatif harus memiliki terobosan-terobosan baru.
Adapun pendapat dari para calon ketua umum HMP-FT-UH ,hampi r sama dengan yang diungkapkan para calon dari ketua DMMP FT-UH dengan tetap mengkritisi kurangnya partisipasi kader, Ashadi mengatakan bahwa kurangnya partisipasi kader terlihat jelas di Sidang Kongres Mahasiswa Teknik,hanya segelintir orang saja dari ribuan kader OKFT-UH yang telah dilahirkan, namun ada jawaban yang sedikit berbeda dari Muh.Akbar, yaitu kurang padunya Enam Jurusan di OKFT-UH karena adanya warna dan Nilai-Nilai yang berbeda ditiap OKJ, sehingga itu yang harus disatukan sehingga tak ada lagi kesenjangan antar OKJ ditubuh OKFT-UH, dan terakhir Muh.Randi RJ mengatakan bahwa kondisi di OKFT-UH hampir mirip sama dengan kondisi di OKJP FT-UH, yaitu terjadinya kesenjangan antar angkatan.
Debat yang berlangsung kemarin memang menandai dipukulnya gong pertanda pertarungan memperbutkan kursi lembaga-lembaga tinggi OKJP FT-UH dimulai, sekitar Kurang lebih 700an Warga OKJP FT-UH diharapkan akan menentukan Pilihannya dalam Pesta Demokrasi Terbesar Organisasi Kemahasiswaan Jurusan Perkapalan, semoga hal ini berlangsung dengan baik dan sesuai dengan kaidah-kaidah Demokrasi yang menjunjung tinggi Kejujuran, Keadilan, Kebebasan dan Kerahasiaan dan Satu hal yang bisa kita tambahkan yaitu Nilai-Nilai sportif bagi para calon dan tim “Hore”-nya masing-masing yang harus mereka junjung,baik sebelum pemilihan maupun setelah pemilihan.
Yang terpenting perlu diketahui bagi para warga OKJP FT-UH bahwa siapapun yang terpilih nantinya mereka akan menjadi pasangan Dwi Tunggal yang akan Menahkodai Organisasi Kemakasiswaan Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin selama satu periode kepengurusan,semoga hal ini akan menjadi pertimbangan anda agar memilih kader yang betul-betul anda percaya sebagai pelanjut kepemimpinan Dewan musyawarah Mahasiswa Perkapalan Dan Himpunan Mahasiswa Perkapalan.

Salam Demokrasi…
Jayalah Terus Perkapalan!
(Fitra Lukyta Minra)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar